Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

senjamuramtemaram

Home
entahlah! semuanya terasa membingungkan!
Jun 15, 2007

hidup adalah menjalani kehidupan ini dengan berusaha. sayang adalah membantu orang yang kau sayangi menjalani kehidupannya agar ia bisa menjalani kehidupan seperti apa yang ingin ia jalani. dan pasrah adalah menyerah kepada hidup sebelum hidup itu dihidupkan.

selamat menjalani hidup!


Posted by kuntz on Feb 24, '10 7:10 AM for everyone
Ah,, kau tahu, apa yang ku benci dari Desember? aku benci ketika kesadaran itu datang lagi. kesadaran yang membangunkan bahwa ternyata, aku tak punya waktu lebih banyak lagi, dihadapkan kepada pertanyaan-pertanyaan lama: sudah? apa yang kau inginkan tahun ini, sudah kau raih? atau belum? atau tidak?


aku teringat dua tahun kemarin, di siang yang hujan, aku menemukan sebuah surat diatas meja. dari jauh. si pengirim adalah: Agus Nugroho, Voltastr. 6 • 13355 Berlin. tertanggal kurang lebih setahun lebih awal dari hari itu. Ya, surat itu adalah dari diriku sendiri. amplop putih dengan beberapa noda dan dua lembar penuh tulisan yang kurang rapi. isinya kira-kira begini.


Dear kuntz, 


apa kabar kau hari ini? aku tahu pasti, kau sekarang sedang menginginkan untuk berada lagi disini, kau merindukan saat-saat ini, walaupun aku sekarag sangat ingin pulang dan menikmati matahari, nasi padang dan tayangan sinetron di televisi. 

ingatkah kau? tadi pagi aku berangkat dengan semangat, semalam salju turun dan memutihkan dahan-dahan, jalan-jalan dan juga harapanku akan masa depan. aku tahu, kau akan merindukan saat ini. 

tapi bukan itu yang akan kukatakan padamu dengan ini. demeja depan sana, padraic tersenyum-senyum, seperti menaruh harapan pada kita semua. disamping, si Paco, raksasa hitam burkina faso itu tampak acuh walau asik menggoreskan tintanya. lalu ada mbak Sari, ada Nisa Naido yang baik, ada juga Ohsie yang selalu tersenyum. Aku kini, menuliskan surat ini, yang sekarang kau baca, kau, aku setahun kedepan.

berangkat kesini kemaren, aku menaruh banyak harap akan masa depan, akan cita-cita yang ternyata seringkali berubah-ubah. aku dulu ingin jadi insinyur, kau pasti tahu itu, dan kau suatu kali ingin jadi pengembara yang bekerja dengan NGO dan memasang badan demi konservasi dan kehidupan liar. tapi tidak akhir-akhir ini, aku ingin keliling dunia dengan film. aku ingin sederhana saja berkarya, bercerita dan kemudian memperlihatkan kepada orang-orang di sini, atau sekitar sini yang tidak tahu cerita-cerita kita. 

ingin jadi apa kau sekarang? masih kah kau seperti aku kini?

kuntz, hari hari tahun-tahun ini adalah hari yang sulit,, dan mungkin akan lebih sulit lagi hari-hari di tahun kedepan. tapi bukankah kita pernah sepakat, bahwa memang begitulah seharusnya hidup: melewati apapun itu, menjalaninya dengan baik, entah puas atau tidak. untuk itulah kenapa kita pernah juga sepakat untuk tidak menyerah, pada apa yang dinamakan orang sebagai nasib. aku merasa saat ini kau akan sedikit menoleh kebelakang dan berharap kau tidak menangis mengenang apa yang terlewat,, yang tidak teraih dan yang teraih dengan berat.

ini hidup terburu, kata chairil. aku memberimu waktu satu tahun, dari saat ini untukmu membuktikan sesuatu padaku. apapun itu, yang membuatmu bangga, akan membuatku senang. 

entah kau sudah berbelok, semakin mendekat atau apapun. kau akan merindukan saat ini, dan kau ngin dengan segenap hati, kembali kesini. melewati jalan yang sama dengan ingatan-ingatan tentang orang-orang berjalan cepat dan berjaket hangat. etalase kopi-kopi dan impianmu untuk berjalan di deret pengantri, dan berbincang bersama, sambil dengan bangga menunjukkan namamu di daftar katalog film itu.

kirimi aku surat ke masa lalumu, jika itu terjadi. jika kita masih berada disana.

salam buat orang-orang disekitarmu, yang masih saja menjadi temanmu.


kuntz


ah, benar saja. aku rindu berada pada cita-cita itu. pada hari-hari itu.

aku adalah orang yang memelihara cita-cita dalam keranjang piknik kecil berwarna coklat. sesekali membukanya pada saat yang tepat, saat-saat berlibur dan meluangkan waktu. Ya kadang berusaha mencukupi hidup, bekerja dan menghabiskan hasilnya cukup untuk menutup keranjang piknik itu. dan kau akan sementara melupakannya.

maka, bagiku, bekerja di halaman yang sama dengan tempat dimana keranjang piknik itu diletakkan akan lebih baik. setidaknya, aku masih berada di halaman yang sama. tidak jauh untuk membuka, melihat, mengingat dan berjalan lagi.

saat ini, aku lebih benci januari, daripada desember. 
seerduabelas tahun berlalu, seperduabelas lainnya datang dan segera pergi.

sedikit lagi, aku harus mengabari masalalu ku.
kabar baik,
semoga

Posted by kuntz on Feb 24, '10 7:09 AM for everyone
This is a story of boy meets girl. But you should know up front, this is not a love story. 

Namanya Summer, sejak perpisahan orang tuanya, hanya ada dua hal yang dicintainya. yang pertama adalah rambut hitamnya yang panjang, dan yang kedua adalah bagaimana dia dengan mudahnya memotongnya, dan tidak merasakan apapun.

Tom bertemu dengan summer pada oktober tanggal delapan. Tom, tumbuh dengan kepercayaan bahwa dia tidak akan benar-benar bahagia hingga bertemu dengan 'the one'. Oktober bagi sebagian orang mungkin biasa, tapi Tom adalah orang yang mengingat oktober dengan tak biasa. Tom percaya dengan apa yang dinamakan 'destiny'.

Tom: What happens when you fall in love? Summer : You believe in that? Tom: It's love, it's not Santa Claus. 


Kau percaya Santa? atau peri gigi? Summer pada awalnya tak percaya dengan Cinta, ia sudah dewasa, sama halnya dengan ia tak percaya pada Santa dan Peri gigi.

Aku tidak percaya peri gigi,, tapi aku ingin sekali percaya,, seperti aku ingin percaya dengan santa,, dan cinta yang (hmmm,,) abadi. percaya adalah langkah awal untuk menemukan sesuatu. aku percaya yang terakhir ini,, tapi ingin percaya adalah hal lain lagi.

tapi, bukan karena kita tidak percaya,, sesuatu tidak benar-benar ada bukan? seperti Tuhan mungkin,, kau percaya Tuhan? Summer mungkin adalah orang yang tidak percaya dengan sesuatu itu karena dia tidak benar-benar melihat dan menyentuhnya. tidak pada Tom. 

Summer: I woke up one morning and I just knew. Tom: Knew what? Summer: What I was never sure of with you 

Summer mengatakan itu, setelah dia menikah. Ya, Summer menikah,, and she still can't believe it. Bahwa pada akhirnya, dia percaya pada cinta, pada pernikahan. tapi tetap tidak pada Santa. Lalu Tom,, sperti halnya setiap musim panas berakhir,, selalu ada musim gugur. 
Autumn

ternyata sesimpel itu,, hidup, percaya pada sesuatu atau tidak adalah pilihan. tapi, ada sesuatu yang tidak bisa dipilih,, Kebetulan, dan kejadian-kejadian yang menimpamu,, bahwa kadang, sesuatu yang tidak kau percaya, terjadi padamu. 

dan hidup,, ia menemukan jalan mana,, yang akan dtempuh, untuk mempertemukan summer dan tom dengan kebetulan2 itu.

Posted by kuntz on Feb 24, '10 7:08 AM for everyone
dini hari itu, aku datang dari jakarta.

jendela kereta adalah frame yang hilir mudik memutar adegan-adegan gelap samar, sesekali pematang dengan satu dua lampu berkejaran di pinggir jalan, sesekali desa yang sepi, bebrapa orang tidur di pos ronda, dengan istri yang memeluk anaknya dirumah. suatu kali jalan panjang dan para perajin pedagang yang dingin gemetar di perlintasan jalan. 

lalu suara dengkur matahari yang lelap dini hari itu memanggil para penyeru tuhan berteriak di surau-surau yang jauh. aku bukan pengikut yang setia, tapi aku masih saja takjub dengan orang-orang berkain sarung itu, para pemeluk teguh. yang melawan kantuk dengan air dingin menusuk. 

jogja beberapa menit lagi, dan tugu selalu membuatku bangun pada masa lalu, kenangan purba tentang tasiun dan kereta. sebuah titik kelahiran dan kematian-kematian kecil bertemu. ibu itu adalah kereta-kereta ini, yang melahirkan pertemuan-pertemuan, ia adalah juga malaikat maut yang merampas semuanya, mengambil darimu ibu yang rajin, ayah yang bijak, dan kekasih yang setia: dengan perpisahan. 

kereta ini adalah ibu kandung pertemuanku dengan masa depan. setelah meninggalkan kota ini untuk dua bulan, aku datang lagi menjemput kenangan, pulang. dan kereta merapat.

aku selalu membayangkan berdiri saja di tempat ini, setelah turun dari kereta, memegang tangan seseorang yang menungguku, menikmati setiap debaran, detak yang terasa pada pergelangan tangannya. menatapnya ketika ramai orang disamping kereta mundur kebelakang, berbisik tanpa suara ketika peluit kereta dinyalakan dan mengecup bibirnya ketika semua orang mengucap selamat jalan. dan lalu kami masih bersandar di tembok peron tunggu stasiun itu. 

Ahh,,

di pintu keluar, orang-orang berhambur datang dan pergi, orang berpelukan bahagia, beberapa yang lain menangis sedih,beberapa berpelukan sedih, dan beberapa menangis bahagia. beberapa yang lain mengantar dan memperhatikan. kau masih ingat bukan? setiap pertemuan, menyembunyikan pisau disebalik pinggang. ditempat inilah ia mengeluarkan pisau itu: perpisahan. 

aku turun dari kereta, seorang ibu kebingungan mencari keluarganya, dua orang perempuan dengan dada ranum berangkulan rapat dan tertawa-tawa, anak kecil berjalan terseret dengan setengah mimpi yang masih tergantung, dan seorang penjual koran terpaksa setengah memaksa orang-orang untuk mengetahui apa kabar dunia hari ini. aku menyusur koridor kursi berjajar, berdiri merapat dinding belakang dan melihat rang-orang yang saling melihat. 

bagiku, stasiun dan kereta bukan tentang pertemuan dan perpisahan itu, ia adalah debar jantung itu. gemetar tanah stasiun adalah degub yang menghidupkan,, kau pernah merasa suatu ketika sesuatu membuatmu bergetar hebat dan setiap inch tubuhmu merasa begitu hidup? begitulah,,, gemetar kereta yang datang atau pergi selalu menyalakan lagi hidup yang redup, membuat setiap peristiwa demikian rapat demikian akrab. 

diperon inilah bagiku, adalah tempat yang tepat menyimpan rahasia., dinding yang angkuh, orang-orang yang tak perduli, dan kereta yang entah kemana.

ada orang yang menyimpan doanya di bawah sajadah, menceritakan kepada tuhannya pada dini hari yang angkuh. 

seorang teman,, dia menyimpan rahasianya didalam telinga temannya. dia adalah orang yang percaya bahwa sebuah rahasia adalah beban berat yang harus dibagi, untuk merasa ringan dan lega. maka ia memilih lubang telinga temannya untuk berbagi, untuk menyimpan rahasia itu didalam lubang itu dan percaya, bahwa pemilik telinga itu akan menutup rapat lubang itu setelahnya. beruntunglah orang-orang yang mempunyai kepercayaan dan teman semacam itu.

seorang teman yang lain, menyimpannya didalam hati, lalu memampatkannya dengan sebuah tangisan, kemudian mengeluarkannya dalam bentuk air mata. seorang teman yang lain, dia menceritakan semua rahasianya kepada botol demi botol bir dan obrolan ringan ditengah malam, seorang teman yang lain memilih diam, dan meyakini bahwa rahasia memang semestinya tak terkatakan.

aku, menceritakannya disini,, stasiun yg gemetar. menitipkannya pada gerbong kereta yang lewat, dan terserah,, sampai mana rahasia itu akan menemukan stasiun pemberhentian, diantara kelahiran dan kematian, perpisahan dan pertemuan. 

bukankah masing-masing kita hidup diantaranya?

In the old days, if someone had a secret they didn't want to share... you know what they did? 

They went up a mountain, found a tree, carved a hole in it, and whispered the secret into the hole. Then they covered it with mud. And leave the secret there forever. (Chow Mo wan ~ in the mood for love)



apa yang kau suka dari kereta dan stasiun?
sekarang giliranmu menceritakan bagaimana caramu menyimpan rahasia...

Posted by kuntz on Feb 24, '10 7:07 AM for everyone
Aah,, hujan, jendela yang terbuka dan bau tanah basah. Kau tahu,, trnyata hal hal kecil itulah yang ingin kubagi padamu, Kau tak perlu repot membuatkan kopi untukku,, atau menyiapkan air hangat untuk mandi, aku hanya perlu kau disini,,, duduk saja, melengkapi udara dengan bau rambutmu, atau berdiri sedikit didepan tingkap,,, aku suka melihatmu melihat hujan. Kau pakai saja baju itu, sedikit kebesaran tapi kau akan merasa hangat, sedikit bau, tapi bukankah kau suka pada keringatku,,, biarkan saja angin menelusur sela jendela, dan udara membawa basah percik percik air dari beranda,, aku suka pada angin yang membuatmu menjadi dingin, aku akan menunggumu sedikit menggigil,,, dan melihatku,, ingin memelukmu...

Posted by kuntz on Feb 24, '10 7:05 AM for everyone
Guess What?
Bagiku, sebuah kertas dan tulisan tangan adalah sesuatu yang sangat personal,dalam,, dan roman. 

entahlah bagi Holly Kennedy. 

Kau Tahu Holly Kennedy?
pastinya. salah satu cast yang diperankan Hillary Swank dalam P.S. I Love You. Ah,, akhir-akhir ini aku memang cenderung suka roman. kau pasti tahu, oktober, ketika hujan dimulai adalah saat dimana setiap roman dalam chapter pencinta hujan dimulai. akupencinta hujan.juga Holly. 

Suatu waktu, perepuan itu mencari kenangan di lemari pakaian, di meja makan, di halaman depan, dan dibuku-buku yang tertata di rak. dan ia menemukannya. kenangan memang tak pernah bersembunyi terlalu rapat. atau ternyata memang kenangan memang tak berniat ingin sembunyi? 

Suaminya adalah seorang biasa dengan hidup yang biasa, mencintainya degan cara yang biasa dan kemudian mati dengan cara yang biasa. kanker otak membunuh orang dengan sangat biasa, tidur yang dalam dan tak kembali.

namun ternyata, Gerry meninggalkan sesuatu yang tidak biasa. bekas-bekas masa lalu yang jinak, merapat dan membuat sedih senyum. orang menyebutnya kenangan. entah kau menyebutnya apa. 
suatu kali, Holly menemukan kenangan itu dalam secarik kertas. kertas surat.

yah, pun bagi Holly, tanpa amplop dan perangko, sesuatu yang terukir diatas kertas itu adalah benda yang hidup dan tak bisa mati: aku menyebutnya kenangan. kau mungkin bisa membunuhnya, kenangan itu, tapi tidak, kau hanya menyembunyikannya dibawah sana. Gerry benar-benar tahu bagaiman cara memanggil kenangan-kenangan itu kembali, kau mau apa yang ditulisnya?

Dear Holly, I don't have much time. I don't mean literally, I mean you're out buying ice cream and you'll be home soon. But I have a feeling this is the last letter, because there is only one thing left to tell you. It isn't to go down memory lane or make you buy a lamp, you can take care of yourself without any help from me. It's to tell you how much you move me, how you changed me. You made me a man, by loving me Holly. And for that, I am eternally grateful... literally. 

mungkin ini adalah kata-kata yang bisa tiba-tiba membuat orang jatuh cinta kepada siapapun yang mengirimnya. Ups, ternyata aku salah dalam satu hal diatas sana. Gerry bukanlah seseorang yang biasa saja. 

Holly bukanlah seorang tipe wanita termehek-mehek. ia adalah perempuan,wanita yang meyakini bahwa hidup dihidupkan dari nafas dan denyut jantungnya sendiri. ia, pada awalnya merasa cukup tanpa laki-laki disampingnya. Ayahnya meninggalkan ibunya ketika ia berusia empat belas. dan itu cukup untuk membuatnya tangguh. seperti ibunya.

Lalu ia bertemu Gerry.

Lalu Gerry mati. dan inilah yang membuat dia menjadi mewek mewek.


Ah,waktu kadang memang tidak konsisten, masa lalu kadang mudah saja datang dan bercampur dengan harapan-harapan, datang dan mengubah semuanya, hadir dan menghidupkan orang-orang yang telah pergi: melalui apa yang aku sebut sebagai kenangan. Kau tahu apa yang tidak bisa dikembalikan dari kematian? Holly tahu pasti itu:Gerry.

Tapi, ternyata kenangan adalah teman yang baik. Dibawah meja,di laci kerja,di almari pakaian,kau bisa saja menemukannya disana. Holly menjaga dan merawat itu. menghidupkan ketika dibutuhkan.

Bagaiamankau menulis surat perpisahan? apakah kau mengucapkan selamat tinggal? aku tidak.

If you can promise me anything, promise me that whenever you're sad, or unsure, or you lose complete faith, that you'll try to see yourself through my eyes. Thank you for the honor of being my wife. I'm a man with no regrets. How lucky am I. You made my life, Holly. But I'm just one chapter in yours. There'll be more. I promise. So here it comes, the big one. Don't be afraid to fall in love again. Watch out for that signal, when life as you know it ends . P.S. I Love You Gerry Kennedy


Gerry mengakhiri nya dengan P.S


Ah, seandainya semua orang paham, bahwa kenangan adalah sebuah dzat yang bisa membuatmu lebih kuat, membuatmu tahu bahwa seseorang benar-benar berarti ketika ada dan kalian baik-baik saja, membuatmu lebih nyaman berada dalam harapan-harapan akan sesuatu yang lebih baik, dan menyadarkanmu bahwa kenanganindah adalah mungkin untuk terjadi, menguatkanmu ketika tidak sedang baik-baik saja,dan mendamaikanmu dengan masalah. 

Holly bisa menghidupkan dirinya yang telah 'mati' bersama Gerry. 


Dear Gerry, you said you wanted me to fall in love again, and maybe one day I will. But there are all kinds of love out there. This is my one and only life, And its a great and terrible and short and endless thing, and none of us come out of it alive. I don't have a plan... except, it's time my mom laughed again. She has never seen the world... she has never seen Ireland. So, I'm taking her back where we started... Maybe now she'll understand. I don't know how you did it, but you brought me back from the dead. I'll write to you again soon. P.S... Guess what? 


Ya, Guess What?

Posted by kuntz on Feb 24, '10 7:05 AM for everyone
“Simply put, what gives something a social presence? Is it mainly behaviour, 
or is there instead some complex interplay between appearance and behaviour?”


Hiroshi Ishiguro, dia adalah seorang profesor di Jepang. dia tertarik dengan apa yang mereka sebut sebagai "sonzai-kan" - kita menyebutnya Human presence. Ishiguro adalah pencipta Paro, sebuah robot anjing laut yang menjerit-jerit jika kelaparan. Paro adalah “therapeutic robots” yang membnatu nenek-nenek meningkatkan brain activity, focus dan menghilangkan kebosanannya. lalu dia menoba membuat android,robot yang meniru pola tubuh manusia,kemudia dia membuat geminoid dirinya sendiri. kembaran.

Mechanical Love yang disutradarai Phie Ambo adalah documentary yang tahun kemarin aku seleksi untuk festival FFD. Aku teringat dengan dokumenter ini setelah beberapa hari kemaren, menonton Surrogate, sebuah film karya Jonathan Mostow yang dibintangi Mas Bruce Willis, dalam scene pembuka film inilah yang mengingatkanku pada dokumeter itu. beberapa slide foto berisi gambar Hiroshi Ishiguro dengan geminoid robot nya. 

Dan aku menonton kembali Mechanical Love. Memang, kadang ada banyak hal yang terlewat ketika sekali dua kali melihat sebuah dokumenter. dan benar, setidaknya Surrogate memberikan aku perspective baru dalam melihat kembali dokumenter ini. ada hal-ha yang tertangkap lebih jelas dan lebih ternag

What is me? 

salah satu yang kucatat kembali ketika melihat film ini adalah scene ketika Ishiguro berbicara tentang konsep penciptaan Android dan Geminoidnya. 

When I develop the android, the question was: What is human likeness?
But, When I develop a geminoid, the question was extended: What is human presence?


sebuah penjelasan simple, ketika seseorang berbicara dengan seseorang yang lain dalam jalur telephon, seseorang itu akan merasakan kehadiran seseorang yang lain, entah ditempat mana, dibumi bagian sebelah mana. atau ketika fotomu dipegang oleh seorang yang kamu sukai, lalu kau melihat seseorang itu menciumi fotomu, apakah kau merasa berada pada posisi foto itu, dalam skala yang berbeda tentunya?

Bruce WIlis, dalam Surrogate merasa sendirian diantara keramaian sebuah kota yang penuh dengan robot2 surrogate yang lain. pun ketika bertemu dengan (surrogate) istrinya, yang tubuh pengendalinya berada satu rumah dengannya, dan berbulan mereka tidak bertemu muka. konspep absence of beeing terasa jelas dalam scene ketika Bruce willis menemukan istrinya sangat berbeda dengan surrogarenya, dengan geminoidnya. sangat tak berdaya. there are something absence in that presence, surrogate presences. 

What is me,, actually? What is presence?

Apa yang aku percaya adalah bahwa ada sesuatu yang tidak bisa dipindah tangankan ke dalam media-media duplikasi akan kehadiran seseorang. sebuah cermin menihilkan independensi, sebuah foto dan video menihilkan interaksi, sebuah telepon menihilkan visualisasi. lalu apa yang dinihilkan sebuah geminoid?

Seorang nenek di panti jompo yang dingin di Ireland,sangat sayang dengan robot anjing laut nya. It's just like a live thing, ungkapnya. Nenek ini tidak beitu peduli dengan kenyataan bahwa Paro adalah sebuah besi dengan bulu sintetis dan kompartemen listrik didalamnya. yang mati jika lupa mengalirkan listrik kedalam baterainya. 

Tapi bukankah pada kenyataannya kita juga adalah tulang dengan balutan daging dan sebongkah otak di kepala? dan akan mati jika lupa memasukkan daun dan daging organisme lain kedalam perut?
dan lagi, pada kenyataanya, besi lebih keras dari tulang dan daging. dan listrik, lebih riil daripada karbohidrat dan protein.

Sherry Turkle, seorang peneliti, tertarik dengan pola hubungan ini, 

Turkle felt however, that the robot seal raised difficult questions about what kind of authenticity we require of our technology. Do we want robots saying things that they could not possibly ‘mean’? What kinds of relationships do we think are most appropriate for our children and our elders to have with relational artifacts?

Disini, Turkle tidak mempertanyakan tentang presence sebagai esensi hubungan antara seorang nenek itu dengan Paro. Semua orang tahu anjing laut, namun banyak orang tidak mempunyai hubungan yang personal dan detail dengan anjing laut, itulah kenapa Paro lebih mudah diterima tanpa pembandingan dan keraguan otentisitas yang detail. 

Turkle mempertanyakan hubungan antara nenek itu dengan paro dalam perspektif yang lain, sebuah hubungan yang benar-benar ada dan diinginkan, pola hubungan yang resiprokal dan diniati, atau semacam masturbasi yang diprogram dan diamini? 
Apa hal yang benar-benar absen dalam kehadiran seseorang dalam bentuk yang lain, yang berbeda dari apa yang kita ketahui atau inginkan?

Ishiguro mempertemukan anaknya yang berusia enam tahun dengan geminoid, duplikasi dirinya disebuah ruangan, Ishiguro mengendalikan 'dirinya' melalui keyboard. Dia meminta anaknya menyentuh kepala geminoidnya. tidak, anaknya tdak mau melakukannya karena dia merasa sesuatu didepannya itu bukan ayahnya.


+ I don't like touching you
- You don't like robots?
+ I didn't like it when you touched me
- But we're speaking normally, right?
+ No, we're not, You're a robot!
- Isn't that okay? Have you ever looked inside daddy's body?
+ No
- Daddy may well be a robot, you know.

.....

- Do you have any question Lisa?
+ No, I will ask my real dad


tapi dalam fiksi, Surrogate, semua orang nyaman dengan kondisi semacam itu,menikmati kepalsuan dari kehadiran tersebut.Kecuai masBruce Wilis. Juga anak Profesor Ishguro dalam dokumenter ini.

Ada yang absen dalam presence seseorang yang tiba-tiba muncul dalam setelah lama tidak bertemu, masa ketika orang itu tak ada. ada yang absen dalam presence seorang yang kita benci, keramahan dan sapaan. ada yang absen dalam presence seseorang yang telah menjadi mayat, masa depan hubungan yang tak akan terjadi.

what is me actually? this body? this brain? this hand? this arm?
what if,, finally you knew that what inside me is a machine? 
i am a robot,, and some one out there controlling me?

can you still feel my presence, 
dou you still want to hug me when you need my arm to cry on?





Simply put, what gives something a social presence? Is it mainly behaviour, 
or is there instead some complex interplay between appearance and behaviour?

Posted by kuntz on Feb 24, '10 7:04 AM for everyone
I heard a joke once: Man goes to doctor. Says he's depressed. Says life is harsh and cruel. Says he feels all alone in a threatening world. Doctor says, "Treatment is simple. The great clown Pagliacci is in town tonight. Go see him. That should pick you up." Man bursts into tears. Says, "But doctor... I am Pagliacci. ..... " Good joke. Everybody laugh. Roll on snare drum. Curtains. 
~Rorschach - Watchmen.

Cerita itu akan menjadi lebih lucu, mungkin, jika yang menceritakan bukan Rorschach, tapi aku suka ketika ternyata cerita selucu itu tidak menjadi lucu. Rorschach adalah karakter abu abu dalam film Watchmen, karya Zack Synder.. 

dan aku suka Rorschach..

apa yang kau harapkan dari sebuah film anti-hero? aku berharap ada pahit getir dan melangkoli, kekecewaan yang mendalam terhadap keadilan dan balas dendam, dan kematian para pahlawan. dan film seperti ini yang begitu kuingat adalah ketika ALex Proyas dulu menghidupkan Eric Draven (The Crow), beberapa hari kemaren, aku melihat kembali Tyler Durden (Fight Club), yang ini adalah favoritku, sebuah karakter dengan sikap dan perlawanan terhadap sistem dan 'agama' yang jelas: anti kemapanan. 

Dirty Harry mungkin adalah sebuah film yang bagus, tapi status mereka yang masih polisi, bagiku agak mengganggu sebagai sebuah film anti hero, pertimbangan akan hukum masih menyentuh ruang pikir karakter utamanya. Tapi Rorschach adalah karakter yang sempurna, tidak bisa terbang seperti batman, kelam seperti the crow dan mempunyai sikap yang jelas: "Never compromise. Not even in the face of Armageddon". dia membunuh super villain yang dibencinya, tanpa kompromi, mengejar temannya yang dianggapnya bersalah dan ....kemudian mati demi prinsip.tubuhnya meletus berhambur.

kadang aku berpikir, Joker yang diperankan oleh mendiang Heath Ledger adalah jelmaan dari karakter ini. tapi bukan, Joker memilih menjadi villain, dengan alasan yang aneh untuk ukuran seorang super villain. 

Do I really look like a guy with a plan? You know what I am? I'm a dog chasing cars. I wouldn't know what to do with one if I caught it. You know, I just... do things.~ Joker

Rorschach dilahirkan dari rahim seorang pelacur, masa kecilnya bermasalah dan sempat dikirim ke tempat penampungan anak. Ketika ibunya mati, satu kata yang terucap dari bibirnya: Good. Untuk ukuran seorang (anti) hero,masa lalu ini adalah hal yang 'berbeda'.biasanya seorang anti hero dilahirkan dari sebuah dendam yang kelam, atau kekecewaan yang mendalam. Rorschach berbeda, sebagaimana namanya, ia adalah karakter dengan kelainan psikologis, seperti namanya yang juga digambarkan dalam topeng wajahnya, Rorschach berasal dari nama sebuah test untuk kelainan psikologis. Dan 'kelainan' yang ada pada dirinya adalah meyakini bahwa yang benar harus ditegakkan dengan cara apapun.

Rorschach bukanlah jagoan terhebat dalam Watchmen, tapi ia adalah karakter terkuat. 
ah,, kadangaku berpikir, siapa yang menjadikan orang-orang seperti ini begitu indah di depan layar. Anton chigurg, Rorschach, Sweeney Todd, Joker, Edward...

Funny, ancient pharaohs looked forward to the end of the world. Hoping the cadavers would rise, and reclaim hearts from golden jars. Must currently be holding breath in anticipation.

Posted by kuntz on Feb 24, '10 7:02 AM for everyone
~ 'sido bali ora le?'

nek simbokku wes telpun ngono, aku mung isoh ngelus dodo... 

~ 'lagi ribet je bu, insyaallah minggu niki nek mpun beres gaweanne?'

~ 'sido wisuda nopember to? 


walah,,,,, 


aku kadang rodo gumun,, karo wong-wong sing mulih soko jakarta numpak motor telon karo bojo lan anakke,, padahal soko mbolali tekan jakarta ki yo nek diitung bakal ngentekke wektu sedino sewengi,,, durung macete sing koyo antrian semut neng ndalan. aku wae sing neng jogja meh bali numpak motor rasane rodo aras-arasen, sejam setengah lewat dalan sing akeh polisine kudu cepak cepak duit patang puluh ewu. sing maleske meneh nek polisine rodo gemblung. 

tapi lumayan,, ngrasakke pengen cepet cepet tekan ngomah, njuk buko bareng simbok lan bapak, taraweh neng mushola cedhak omah karo ndarus karo pak kiai. wuihhhh,,,,

dadi kelingan lagune Ebiet,,, perjalanan ini,,,,,

tonggoku neng ndeso kono cen akeh sing glidhik neng jakarta, bahkan akeh juga sing wes nduwe omah neng kono, mulih neng ndeso gur pendak bodo, ketemu karo sedulur, guyon karo tonggo teeparo. sing roso sukses yo mubeng numpak mobil, mbukak jendelo lan mesam mesem karo cah cah enom sing nongkrong nyumet mercon. 


~ 'insyaallah bu, dongakke mawon. nek sido tanggal songolas. 
~ 'amin. sing ngati-ati yo le, nek bali ngomong disik. mengko tak gawekke kolak karo tak sambelke'
~ 'nggih bu'



jaman cilik ndek emben, rong ndino pertama tonggo-tonggo rong erte isoh rampung dibadani kabeh. dino pertama esuk sakbare sungkem, mesthi langsung neng nggone simbah. ngumpul karo sedulur sak trah, dadi kebak banget. mbah putri karo mbah kakung, lenggah neng kursi ngarpe, njuk simbok ku karo bulik lan budhe ngewangi cepak cepak panganan neng mburi. simbahku putro lan putrine ono rolas, genep sak lusin. dadine nek ngumpul sak anak, putu lan cicit dadi kebak sak omah. 

sing raisoh kedadeyan bakdo iki yoiku sungkem simbah kakung. lebar bakdo pirang sasi kepungkur, simbah kakung wes sedo, ayem neng pasarean kono. paling bakdo iki, diganti nyekar.

tur saiki yo rodo memeng nek meh mubeng rong erte, paling diakali neng tonggo teparo sing cedhak, njuk sing adoh ketemu pas acara halah bihalal neng kampung. nglebur dosa sak jeroning setahun iki.

ndek cilik, nek sungkem karo pakdhe pakdhe, paling mung salaman karo sun tangan. bareng tambah umur, diajari karo konco-konco sing isih dho umbelen kabeh: 'pakdhe, kulo mpun madang mpun mbedang, sugeng riyadi nyuwun agungin pangapunten nggih!!'. bar kui, mesthi terus di dongakke duowoo banget: 'iyo le, aku yo dadi wong tuwo yo ora luput soko salah lan dosa, podho dilebur dino riyoyo iki yo. mugo mugo olehmu sekolah,,,, bla,, bla,, bla.' nek rodo bejo mesthi bar kui tangane ngranggeh kanthongan njuk ngetokke pitrah. kon nggo jajan. 

ah,, dadi pengen cepet-cepet sungkem.

~ yo wes yo, sing ngati ati,, ojo neko-neko. adhine dijagani yo!
~ nggih bu, salam ngge bapak. 



dosaku sing paling gedhe karo simbokku, sing tak rasakke yoiku ra lek lulus-lulus. walaupun sakjane nek lulus yo aku rapengen dadi dokter kewan, tapi nglakoni kuliah, lulus lan oleh ijasah kanggoku koyo ngekekke hadiah kanggo simbokku. mongkokke atine bapakku lan ngayem ayemi adi adiku sing wes kuliah kabeh juga.

bakdo ki cen worthed tenan. klambi anyar, kathok anyar. ngombe sirup lan mangan kupat.
siji meneh,,, kapan meneh bali ngomah lan sungkem. meh ngenteni pas nikah yo isih rodo suwe. 


kowe do bali rak cah bakdo iki? 

titip sungkem nggo bapak simbokmu yo!
salam taklim

Posted by kuntz on Feb 24, '10 7:01 AM for everyone
ah,,,

sore itu. aku menemuimu di depan rumah
kolam ikan dan selang air, sedikit basah.

adakah yang tahu bahwa matahari tenggelam dan warna pelangi itu kadang terbit dimatamu? sesaat sebelum kau berdiri dan menyapaku.

aku masuk. berbaring di depan tivi. kau teriak dari luar. ada ikan yang mati. warna pelangi itu kini sedikit buram, tersaput sedikit gelisah. aku berdiri lalu duduk disampingmu. kau kini memegang jaring, mengangkatnya dan menepikan ikan itu. lalu kita mengubur ikan itu

selesai... katamu.

aku melihat lagi kearahmu, matamu, dengan biasa saja. menahan sedikit senyum dan melihatmu masuk kedalam membasuh tangan. hanya aku yang tahu bahwa ternyata memang matamu, yang menyimpan warna matahari tenggelam itu. 

ikan, tumbuhan menjalar di pot, pagar dan gelembung air. 
sore itu malam datang pelan

Posted by kuntz on Feb 24, '10 6:58 AM for everyone
Tidak biasanya kamarku sedingin ini

Tapi desember, musim yang selalu menjauhkan orang orang, memisahkan dengan hujan, dan menuakan penantian, membuat kusut selimut, kaca jendela dan hatimu.

Ah, satu satunya yang kusuka dr bulan ini adalah kesempatan 
utk merapal doa, 

keabsahan untuk meretas harapan yg putus 
dan menyambungnya kembali, 
dan gerimisnya..



Selmat desember

Posted by kuntz on Feb 24, '10 6:57 AM for everyone
....................

Stop all the clocks, cut off the telephone, 
Prevent the dog from barking with a juicy bonel, 
Silence the pianos and with muffled drum Bring out the coffin, 
let the mourners come. 

Let the aeroplanes circle, moaning overhead Scribbling on the sky the message 'He is Dead'. 
Put crepe bows 'round the white necks of the public doves, Let traffic policemen wear black, cotton gloves.

He was my North, my South, my East, and West. 
My working week and my Sunday rest, My noon, my midnight, my talk, my song; 

I thought that love would last forever: I was wrong. The stars are not wanted now; put out every one, Pack up the moon and dismantle the sun, Pour away the ocean and sweep up the wood; For nothing now can ever come to any good."


a very best sad funeral monologue by Mathew
from Four Weddings and a Funeral


.........................

years ago,, i do believe that friendship does not exist. i do believe that there must some particular reason why man, woman, girls boys, people makes friend. than i realize in one day,, one very lost day when i hear one of my closed person gone by. it was a big lost, it's hurt,, more than my first heart break. i do believe in friendship in that time,, 

until now. 

in my lonely future, i believe that somebody will firing cover shoot when i run across the bloody hell storyline of my life. and just like Sid to Diego, poke my back and give me back my lost mood. warn me when i gone to far, and call my mom when i lost in space.

if i go one day,, i want to be remembered in several ways, by my friend and family. just like how Matthew remembering Gareth,, his best friend. 

.......

Fat seems to have been a word people most connected with him. Terribly rude also rang a lot of bells. So very fat and very rude seems to have been a stranger's viewpoint. On the other hand, some of you have been kind enough to ring me and let me know that you loved him, which I know he would have been thrilled to hear. You remember his fabulous hospitality, his strange experimental cooking. The recipe for "Duck à la Banana" fortunately goes with him to his grave. Most of all, you tell me of his enormous capacity for joy. When joyful, when joyful for highly vocal drunkenness. But I hope joyful is how you will remember him. Not stuck in a box in a church. Pick your favorite of his waistcoats and remember him that way. The most splendid, replete, big-heart ed, weak-heart ed as it turned out, and jolly bugger most of us ever met.

......

but believe me,, my time is still far away.

but who knows,??

Posted by kuntz on Feb 24, '10 6:56 AM for everyone
temanku, dia setap hari pulang, setiap hari berpapasan dengan ibunya di muka kamar mandi, tiap hari memakan sayur dan lauk yang digoreng ibunya, dan setiap hari duduk diberanda menemani ayahnya membicarakan politik dan atau berita sepak bola di televisi.

ia memang belum berkeluarga, sama sepertiku, bedanya ia tidak berjauhan dengan apa yang disebutnya sebagai: rumah. 

......

HOME \ˈhōm\ ; noun
Middle English hom, from Old English hām village, home; akin to Old High German heim home, Lithuanian šeima family, servants, Sanskrit kṣema habitable, kṣeti he dwells, Greek ktizein to inhabit.

1 a: one's place of residence : domicile b: house
2: the social unit formed by a family living together
3 a: a familiar or usual setting : congenial environment ; also : the focus of one's domestic attention <home is where the heart is> b:

......

rumah bagiku adalah tempat dimana aku menemukan keluarga, sebuah tempat di ujung telepon jauh sana, alamat surat yang tertera di pasport, suatu tempat sepanjang ingatan tentang masa kecil dengan layang-layang dan serpihan kenangan yang tersimpan dibawah dipan, dalam sebuah kotak yang rapat. arrghh,,, tempe, sambel korek sayur oseng yang berbau ibuku.

apa rumah bagimu?

lalu pulang adalah seperti perjalanan menuju masa lalu, menyusur jalan itu dan bersiap-siap mendapatkan kembali sesuatu yang sudah lama hilang: kenangan. mengendara sepanjang jalan yang kukenal semenjak tujuh tahun yang lalu, dan mengigit sedikit demi sedikit jarak dan semakin mendekat adalah seperti melintas waktu menuju diriku yang lama, perjalanan tentang usia. jarak bagiku adalah waktu tempuh, dan pulang adalah menempuh waktu yang berjalan terbalik.


apakah kau pernah benar-benar merasa ingin sekali pulang?


ah, inilah keajaiban geografi. 60 kilometer dari tempat yang kusebut rumah - jogja -, jam dua belas malam adalah ketika setengah dari teman masih terlihat available di fesbuk dan mesenger, lampu terang di depan dan penjual sate yang riuh dan suara motor selintas yang lelah dan ingin mengandang. tapi disini, waktu berhenti ketika orang-orang di surau sudah melangkah pergi, satu dua jam selepas isya' dan televisi adalah keajaiban, satu-satunya benda yang masih bersuara. tapi, inilah kenapa pulang selalu menjadi sesuatu yang sakral, seremonial dan personal. insomnia membuatku begitu sadar betapa ayah, ibu dan bangunan ini adalah bagian dari diriku dulu,dan apa yang membuatku menjadi kini.

menurutmu, apakah kau lebih mirip ibumu atau ayahmu?


tak banyak yang berubah di rumah, ibu masih seperti yang dulu, bangun pagi dan menyiapkan hari. dan ayah tak pernah berhenti menjadi bijak dan pengertian, kata keras hanya dipakai ketika ada kerja didepannya. mungkin kakak,, sebentar lagi ia menjadi ayah. 

lalu aku,,, ?


It's a funny thing about comin' home. Looks the same, smells the same, feels the same. You'll realize what's changed is you,, ~Benjamin Button

Posted by kuntz on Feb 24, '10 6:54 AM for everyone
Masih ingat Dawson Leery, seorang introspective dreamer dan seorang gadis tomboy yang tidak sadar betapa manisnya dia yang tumbuh dengan cepat Joey Potter?

aku masih ingat ketika mereka menggelar kasur di atap, berbaring tengkurap dan melihat bintang. bulanmati, langit di Capeside, Massachusetts bersih dari awan, semuanya telah tertulis di bintang-bintang, everything is written in the star. ups,sorry, tapi tidak begitu dengan kisah mereka, everything is written in the script, bahwa kemudian pada akhirnya Joey memilih Pacey.

Joey : I was scared.
Dawson : Of what?
Joey : Of going backwards, of never growing up.
Dawson : That's what I represent to you?
Joey : No, not you. Us. I started this year thinking that I had to say good-bye to you, but I was wrong. Dawson, you're a huge part of my life - past, present, and future - and I have to start getting used to that because... you make my life better, not worse

kata orang persahabatan itu adalah selamanya, cinta barangkali sesekali abadi. tapi selamanya itu adalah semacam gelas yang rawan, sering sesekali jatuh dan pecah, lalu abadi itu adalah pecahan-pecahan gelas itu.

aku yakin penulis cerita ini Kevin Williamson, tidak bermaksud kejam memisahkan, bukan memisahkan, tidak mentakdirkan mereka berakhir bersama. menjadi jason,mungkin akan seperti merasai musim dingin. tidur ketika salju turun, badai dengan dingin yang menusuk, dan pagi-pagi matahari tidak terlihat merah,diluar salju putih dan suasana menjadi biru. membuka jendela adalah hal tersalah untuk dilakukan, kaca menjadi buram, diluar semua terlihat samar-samar. salju mencair dan membuat bulir air menggaris cacing,seperti retakan,sesuatu sudah tidak lagi utuh.

Joey: Things change, Dawson, people change.

Mengakhiri cerita dengan seperti ini adalah jahat menurutku, ketika kau adalah tuhan, dan dengan tanpa perjuangan pun kau bisa menjadikan mereka sepasang kekasih yang baik, ketika semua orang menginginkannya, ribuan, jutaan orang menginginkan mereka bahagia, dan kau menjadikan semua orang kecewa. Keajaiban memang tak ada, kata Joey, Maka berpikirlah baik, berpikirlah Joey mungkin merasakan musim dingin yang sama.

Do you believe in magic? I never used to. I mean, how could I? 13, your mom dies, you hope against hope for magic, something to make it all better. It never comes, and, you know, you look to your father who's unable to overcome all of his tragic flaws. Well, no abracadabra there. And then there's Pacey. Well... any magic that was there, that ran out, didn't it? But, uh, then there's you. There's proof that someone out there is thinking of me... my friend who was with me always. It's pure magic.
~Joey

Apa kabar ya Dawson, semenjak 2003? dimana kamu Joey?
masih yakin, everyone knows nice guys finish last..:

Posted by kuntz on Feb 24, '10 6:54 AM for everyone
Mr. Edward Magorium: When King Lear dies in Act V, do you know what Shakespeare has written? He's written "He dies." 

That's all, nothing more. No fanfare, no metaphor, no brilliant final words. The culmination of the most influential work of dramatic literature is "He dies." It takes Shakespeare, a genius, to come up with "He dies." And yet every time I read those two words, I find myself overwhelmed with dysphoria. And I know it's only natural to be sad, but not because of the words "He dies." but because of the life we saw prior to the words.

(Mr.Magoruim's Wonder Emporium)

.....

Memang, seperti tulis Housman dalam sajaknya, silence sounds no worse than cheers – diam yang menyertai mereka yang mati, sehabis “bumi menutup kuping” – tak lebih buruk ketimbang tempik sorak yang mengelu-elukan seorang juara yang hidup. Tapi itu karena di situ diam tak sendirian. Dalam kematian mereka yang telah melakukan sesuatu yang berarti, diam adalah sebuah sikap hormat. Tepuk tangan diberikan kepada sang hero — yang berubah, fana dan berdosa — tapi sikap hormat ditujukan buat tindakan yang heroik, dari mana inspirasi lahir dan tumbuh selama-lamanya.

(GM. Caping)

Posted by kuntz on Apr 20, '09 4:57 PM for everyone
and what u've got? tanya temanku.

.....

entahlah, ada orang-orang yang menyukai coklat dan ada yang lebih menyukai strowbery. Dab Gump, Forest Gump adalah orang yang menyukai coklat, atau setidaknya ibunya.

My momma always said, "Life was like a box of chocolates. You never know what you're gonna get." ~forest gump~

Itulah indahnya hidup, menebak-nebak apa yang akan terjadi, memperjuangkan dengan peluh agar terjadi dan menjalani ketika terjadi, atau mungkin kadang terbilang: itulah tidak enaknya hidup.dan orang-orang yang bersemangat, yang tiap hari bangun pagi dan menyalakan hidupnya sendiri akan begitu teliti merancang kotak coklat mana yang akan dipilihnya, tapi ternyata memang hidup adalah membuka kotak itu, rencana yang matang bisa menjadi coklat yang basi.

Knowing , dimana Nicholas Cage akhirnya mati, mengatakan kalau knowing is everything. mengetahui masa depan adalah harapan atas segala-galanya, iyakah? lalu apa yang terjadi jika kau tahu apa isi kotak coklat itu dan kau tak punya pilihan selain memakannya? dan kau tahu jauh-jauh hari bahwa kau harus memakannya juga? sekotak coklat yang legam dan pahit.

ibuku adalah orang yang teguh. katanya, biarkan saja kotak itu terbuka jika memang harus terbuka, makanlah jika itu sudah wakunya, dan jangan meyesal jika tak sesuai harapan. hidup adalah menjalaninya dengan tidak menyesal.

....

and what u've got? tanya temanku.

aku tidak begitu tahu beda antara coklat satu dengan yang lain, aku bukan penikmat coklat. ayah dan ibuku juga bukan, mereka memakan coklat yang diberikan kepada mereka dengan seadanya, aku juga, dengan bahagia.

mungkin ini adalah coklat swiss, mungkin juga tidak.
kau mau mencicipinya?

Posted by kuntz on Apr 20, '09 4:54 PM for everyone
masih ingat quote itu? The Wind That Shakes the Barley (2006 - Ken Loach). yah, mengingat Damien dan Teddy adalah membayangkan diriku sendiri, membayangkan akan sebuah keinginan yang muluk dan kadang tidak sadar akan apa yang seharusnya dijalani, kini dan nanti.

beberapa malam kemaren, bersama seorang teman yang adalah festival koordinator sebuah festival kelas Asia memandang langit-langit kamar dan bertanya masing-masing diri kita sendiri: apa rencanamu tahun ini?

pun pertanyaan segampang inipun kami sulit menjawabnya, karena ternyata rencana adalah hal yang sama sekali berbeda dengan cita-cita. besok aku bisa bilang berencana pergi keluar kota atau entah, dan lusa mungkin aku akan menyelesaikan postpro sebuah project, tapi minggu depan, atau bulan dan tahun depan, untuk cita-citamu, apa rencanamu?

Teddy dan Damien mempunyai cita-cita yang sama, mempunyai sejarah masa lalu yang seragam, tapi mreka memilih ajalan yang berbeda, mernecanakan semuanya dengan berbeda, mengambil dan menyikapi resiko dengan berbeda dan ternyata, mereka mendapati ending yang berbeda pula.

itulah beda yang paling jelas antara rencana dan cita-cita.

orang ini, yang mengemas ruhku, adalah makhluk yang bahkan dengan bersamanya lebih seperempat abad ini pun, aku masih belum memahaminya juga.

strange creature we are, even to ourselves.

jadi temans, apa rencanamu di tahun ini?

Posted by kuntz on Feb 6, '09 3:55 AM for everyone


berangkat ke aceh,
cimeng, dodol cimeng, kopi cimeng, apa lagi?

ada puisi yang tak terkuburkan yang dishoot garin dengan tergesa-gesa, ada juga black road yang entah seberapa jauh bisa dipercaya, dan ada orang-orang yang mencari uang dengan menjual kemanusiaan. damn sebentar lagi, aku menjadi bagiannya.

dan ada Tjoet Nya Dhien, seorang perempuan yang rela.
ah tidak, Dhien tidak lagi di aceh,,


Tanggal 11 Desember 1906, Pangeran Aria Suriaatmaja, Bupati Sumedang waktu itu, kedatangan tiga orang tamu. Ketiganya merupakan tawanan titipan dari pemerintah Hindia Belanda. Seorang perempuan tua, renta, rabun serta menderita encok. Seorang lagi lelaki tegap berumur kurang lebih berumur 50 tahun dan remaja tanggung berusia 15 tahun. Walau tampak lelah mereka bertiga tetap kelihatan tabah. Pakaian lusuh yang dikenakan perempuan itu merupakan satu-satunya pakaian yang ia punya selain sebuah tasbih dan sebuah periuk nasi dari tanah liat.

Belakangan karena melihat perempuan tua itu sangat taat beragama, Pangeran Aria Suriaatmaja tidak menempatkannya di penjara. Melainkan memilih menempatkannya disalah satu rumah milik tokoh agama setempat. Kepada Pangeran Suriaatmaja, Belanda tak mengungkap siapa perempuan tua renta dan menderita encok itu. Bahkan sampai kematiannya, 08 November 1906 masyarakat Sumedang tak pernah tahu siapa sebenarnya perempuan tua itu.

Perjalanan sangat panjang telah ditempuh perempuan tua itu sebelum akhirnya beristirahat dengan damai dan dimakamkan di Gunung Puyuh tak jauh dari pusat kota Sumedang. Yang mereka tahu, karena kesehatannya yang sangat buruk, perempuan tua nyaris tak pernah keluar rumah. Kegiatannyapun terbatas hanya berdzikir atau mengajari mengaji ibu-ibu dan anak-anak setempat yang datang berkunjung.

Sesekali mereka membawakannya pakaian atau sekadar makanan pada perempuan tua yang santun itu yang belakangan karena penguasaanya terhadap ilmu-ilmu agama disebut dengan Ibu Perbu. Waktu itu tak ada yang menyangka bila perempuan tua yang mereka panggil Ibu Perbu itu adalah The Queen of Aceh Batlle dari Perang Aceh (1873-1904) bernama Tjoet Nyak Dhien. Ya, hari-hari terakhir Tjoet Nyak Dhien memang dihiasi oleh kesenyapan dan sepi.

Jauh dari tanah air dan orang-orang yang dicintai.

(source : http://luppatjeh.wordpress.com/2008/09/19/cut-nyak-dhien)

Posted by kuntz on Jan 25, '09 4:08 AM for everyone



which warmest?

sebuah gelas teh jahe panas di kursi dekat tungku penjual angkringan di sudut kota jogja, atau segelas vodka with ice in a small bar, midnight in deep freezing newyork?

aku memilih di kamar dengan hujan yang belum selese. kamarku yang dirumah, di kaki gunung merapi yang tiap malamnya angin menusuk dan memaksa ibuku memakai sweater dan jaket, dengan teh hangat dengan dua sendok penuh gula.

"I do not drink coffee, I take tea my dear "

kadang ternyata kehangatan itu adalah pengartian yang subjektif akan rasa nyaman. aku tidak meminum kopi karena aku tidak suka meminumnya, bukan karena aku tidak suka akan rasanya, kopi menyisakan remah-remah kecil di gigi yang membiat tidak nyaman. juga karena aku tidak suka membuatnya. dan teh adalah sesuatu hal yang lain, ia adalah keterwakilan dari sebuag rasa berada di rumah, entah teh apapun itu, karena ternyata aku juga tidak tahu merk apa teh yang dibuat ibuku, pun rasanya. semua tersamar oleh rasa gula dua sendok dalam segelas kecil air panas.

I do not drink coffee, I take tea my dear
I like my toast done on one side
You can hear it in my accent when I talk
I am an Englishman in New York

dan dua hari kemaren, bergelas-gelas teh jahe hangat di dekat tungku di halaman depan kantor di angringan yang baru tertuang berkali-kali. seorang teman dengan band dan gitar barunya bermain menyanyikan lagi itu. ada orang-orang yang hangat duduk berhimpitan di kursi yang rapat, di luarbekas hujan masih terlihat. namanya mas encik, bukan arab, tapi joke orang-orang mengatakannya mirip onta, dan seorang vokalis jasmine menyanyikan lagu itu:

whoaa I am an alien
I am a legal alien
I am an Englishman in New York

ya, kami memilih untuk meminum teh jahe dan merapat di dekat tungku, karena ternyata, kehangatan itu adalah merasa dekat, merasa di dekat rumah atau orang-orang yang dekat.
dan tidak merasa menjadi alien

kehangatan itu adalah meminum teh dan merasa di rumah.


*Sting - Englishman In New York

Posted by kuntz on Jan 23, '09 3:09 PM for everyone
"mencatat itu melawan lupa, aku sering lupa, maka itu aku pikir baik untuk menulis, menulis catatan-catatan: tentang ingatan, tentang rencana, tentang apa yang baru saja didengar dan berharap tak lupa."

itu adalah alasan yang kubuat sendiri ketika aku berniat menulis kembali. menulislah hanya sekedar untuk mencatat, untuk diriku sendiri. dan akupun menulis, dengan bahasa yang aneh dan logika penulisan yang entah. tapi bukankah catatan itu tak perlu rapi-rapi? blog ini sebenarnya adalah alamat catatan ketiga. aku menulis catatan di facebook sebenarnya, lalu kemudian aku copy paste dan post di blogspot, dan kemudian auto generated, cross posting di alamat ini. dan tiba-tiba, aku ingin membuka alamat ini dan kemudian menemukan diriku bertanya: kenapa situs ini masih ada? bukankah cukup untukku mencatat di facebook saja?

ternyata jawaban yang kutemukan adalah pertanyaan lain: ada ga sih yang baca? selain diriku sendiri? pertanyaan yang sebenarnya tidak penting. merujuk pada bahwa ternyata alasan ku menulis adalah mencatat bagi diriku sendiri. dan jawabannya adalah: kenapa harus dihapus? toh juga cross posting otomatis.

hmm,, dan ternyata teman-teman yang tersebut diataspun masih 'maya'. siapakah teman-teman itu? teman-teman yang membaca ini, yang adalah diriku sendiri pada waktu yang lain, di masa depan.


Posted by kuntz on Jan 23, '09 3:56 AM for everyone


kepada apa kita harus percaya sebenarnya?

dulu aku percaya pada hantu di bawah kolong tempat tidur,
aku juga percaya cerita mbah putri bahwa setiap senja 'ono dewo nganglang jagat'. jangan tidur atau berkeliaran pada waktu itu.dan aku juga percaya bahwa keris ayah adalah sebuah besi tua yang aneh, yang beberapa kali bergerak dan 'ribut' sendiri di dalam lemari.

keluargaku adalah islam jawa, dekat sekali dengan sebutan muslim proletar.
namun dikotomi muhammadiyah - NU tidak masuk dalam hitungan kami. alih-alih memilih islam garis keras, kata ayah, agama itu 'ageming aji'. agama adalah bagaimana kita memakainya dan yang menuntun perihal hidup dan bagaimana menjalaninya.

pun aku, kepada siapa aku percaya? aku percaya pada ayahku.
aku percaya bahwa sex sebelum disebut sebagai 'zinah', ia adalah proses biologis impulsif yang semenjak eve memetik buah apel, proses ini sudah diciptakan. dan kenapa sensasinya 'indah' karena ini adalah berkah yang harus disyukuri. tapi aku juga percaya pada 'keharamannya' jika dilakukan diluar prosedur. tapi aku lebih percaya lagi kalau Tuhanku maha memaafkan.

aku juga percaya bahwa asap rokok mempunyai kandungan nikotin, tart, carbon yang mungkin juga dalam hal perusakan terhadap sistem tubuh sebanding dengan asap knalpot di jalanan. aku percaya bahwa jauh disana, tetangga-tetanggaku sedang khawatir akan tanaman dan simpanan tembakaunya gara-gara beberapa gelintir orang berjenggot yang sedang 'Ijtima' tentag rokok. aku percaya bahwa perikehidupan jutaan orang yang diantara mereka adalah orang-orang islam proletar, muslim berkalung surban, NU, muhammadiyah, militan, sedang terancam.

aku tidak percaya pada MUI, aku percaya Ijtima', aku tidak percaya pada apa yang mereka percaya, aku percaya pada gudang garam, aku tidak percaya bahwa ia haram. aku tidak percaya bahwa dosa dan tidak dosa ditentukan oleh orang-orang berjenggot yang entah siapa dan darimana asal pemikirannya, aku percaya bahwa mereka sedang bermain menjadi tuhan.

ayahku, ibuku adalah muslim proletar, ayahku tidak merokok, ibuku tidak bersentuhan dengan tembakau, aku tidak mempunyai kesulitan untuk berhenti merokok, tapi aku tidak percaya rokok itu adalah sumber dosa.

aku tidak percaya pada peri gigi.

Note
Guestbook
   
siwiwijayanti wrote on Nov 8, '08
Halo.. Kulonuwun... Kulo mampir nggih.. Sedang searching di Google, eh, nyangkut disini. Info yang saya perlukan ada disini juga. Salam kenal..
:)
etnoreflika wrote on Oct 14, '08
Yo, sms alamate Dorothee ke budi boleh... thanks..

agus
etnoreflika wrote on Oct 12, '08
Nice site, Kuntz!
Eh, ada kontake Dorothee Wenner? Kapan dia ke Indonesia lagi ya?
kurniahartawinata wrote on Jun 30, '08
alo mas kuntz!
lennashopweb wrote on May 26, '08
 Hi..
Please Visit My Site ya, Click
 www.lennashop.com


Your Trusted Online Shop!
sutradarakacangan wrote on Oct 22, '07
fs nugross??? kurang gaweannnn nyukkk...
suatuketika wrote on Jun 26, '07
kita sudah berteman di multiply.. dan dirimu nambah lagi blog nya..
jangan lupa bersosialisasi dan tetap aktual.. :)
suatuketika wrote on Jun 26, '07
invite kita dong :)
lifevolution wrote on Jun 26, '07
mampir dan berkenalan...
halooo
Pages:1234